Umat Islam di seluruh dunia baru saja memperingati momen pergantian tahun hijriah. Momen terbaik inilah yang selalu mengingatkan kita kepada babak baru dalam sejarah dakwah Islam di zaman Rasulullah, setelah sekian lama mengalami tekanan berat oleh kaum kafir Quraish di kota Mekkah.
Untuk menyambut Tahun Baru Islam 1442 Hijriah, Sekolah Tahfizh Plus Tingkat Dasar (SD) Khoiru Ummah di seluruh Indonesia menyelenggarakan acara Tausiyah Muharram yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom, dan Facebook Live.
Acara ini terasa begitu istimewa dengan banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini. Lebih dari 1.000 murid memadati ruang virtual Zoom, sehingga banyak di antara siswa yang hendak mengikuti acara itu terpaksa hanya mengikutinya melalui Facebook Live.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber, Ustadz Ali Muslim, menceritakan perihal sejarah yang mendahului peristwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah. Menurut Ustadz Ali, di awal-awal kemunculannya Mekkah umat Islam mengalami berbagai kecaman, cercaan, bahkan siksaan dari orang-orang kafir Quraisy.
Bahkan, umat Islam sempat mengalami pengasingan dan pemboikotan oleh suku-suku Quraisy selama tiga tahun. Sampai-sampai pemboikotan menyebabkan banyak di kalangan umat Islam yang mengalami kelaparan dan menderita penyakit.
Namun, tekanan dan siksaan yang mereka alami tidak menyurutkan Rasulullah para sahabat – sebagai generasi Islam terbaik saat itu, untuk senantiasa berpegang teguh menjalankan agama, bahkan mendakwahkan agama Islam kepada orang-orang baru dan kaum-kaum yang belum pernah mendengar dakwah sebelumnya.
Banyak di antara orang-orang dan kabilah-kabilah yang didakwahi, kemudian memeluk Islam. Di antaranya beberapa orang pemuda dari suku Khazraj yang berasal dari kota Madinah, yang ketika itu datang ke Mekkah untuk melaksanakan haji (ritual yang masih dilaksanakan orang Arab peninggalan Nabi Ibrahim).
Beberapa pemuda Khazraj yang memeluk Islam inilah yang menjadi cikal bakal yang membawa Islam ke kota Madinah dan menyiapkan pondasi dakwah terbaik bagi umat Islam sebelum akhirnya turun perintah Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk berhijrah ke Madinah.
Sementara di Mekkah, tekanan orang-orang Kafir Quraisy kepada umat Islam terus terjadi. Sampai akhirnya Abu Thalib sebagai paman dan penjamin keselamatan Nabi Muhammad ﷺ , wafat. Disusul pula meninggalnya pendukung utama dakwah Nabi ﷺ , yakni istri tercinta beliau: Khadijah.
Tak heran bila kemudian kezaliman kaum musyrik Quraisy kepada umat Islam semakin menjadi-jadi. Bahkan mereka telah merencanakan pembunuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ . Sehingga kemudian Allah pun memberikan perintah kepada Rasulullah ﷺ untuk berhijrah ke Madinah.
Hikmah di balik itu semua, hijrah bukanlah semata dilakukan untuk melarikan diri, atau menyelamatkan jiwa dan agama semata. Yang terpenting dari tujuan hijrah, adalah untuk menerapkan ajaran Islam secara menyeluruh dan sempurna, tidak hanya parsial [kaffah], yang selama 13 tahun tak bisa diterapkan di Mekkah.
Sebab, Allah pun telah memerintahkan: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah Islam secara menyeluruh (kaffah), dan janganlah kalian mengikuti langkah syaitan.” [Al Qur’an Surat Al-Baqarah: 208].
Semoga kita semua senantiasa menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu memperjuangkan tegaknya Islam yang Kaffah. Aamiin yaa Robbal ‘Aalamiin.
Galeri Foto Kegiatan Tausiyah Muharram Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah se-Indonesia
# Muharram
# STP Khoiru Ummah Bandung
# Sekolah Tahfizh Terbaik
# Sekolah Tahfizh Unggulan
# Sekolah Islam Terbaik
# Khoiru Ummah Bandung
# Tahfizh Al Quran Bandung
# Sekolah Tahfizh Bandung






