Al-Qur’an banyak menceritakan tentang kisah para nabi. Namun, hanya beberapa orang istimewa saja yang namanya disebut di dalam Al-Qur’an. Antara lain adalah Luqmanul Hakim. Nama Luqman diabadikan menjadi Surat ke-31 dalam kitab suci umat Islam itu.
Ada beberapa pendapat yang meriwayatkan perihal sosok Luqman. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Luqman adalah seorang budak dan tukang kayu yang berasal dari Habasyah (Ethiopia).
Riwayat lain menyebutkan bahwa Luqman adalah seorang yang berasal dari Nubah dengan perawakan tubuh yang pendek dan hidung yang tidak mancung. Adapun Ibnu Katsir menjelaskan, ia adalah Luqman bin ‘Anqa’ bin Sadun, seorang hamba sahaya dari Sudan yang memiliki anak bernama Tsaran.
Siapapun Luqman, Allah telah memberikan kepadanya ilmu hikmah. Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 12:
وَلَقَدۡ اٰتَيۡنَا لُقۡمٰنَ الۡحِكۡمَةَ اَنِ اشۡكُرۡ لِلّٰهِؕ وَمَنۡ يَّشۡكُرۡ فَاِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهٖۚ وَمَنۡ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيۡدٌ
Artinya: “Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, ”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”
Ibnu Katsir menjelaskan, suatu ketika Luqman diminta oleh tuannya untuk menyembelih seekor kambing Setelah itu tuannya meminta Luqman untuk memberikan dua potong bagian yang terbaik dari kambing. Kemudian, Luqman memberikan bagian lidah dan hati dari kambing tadi.
Pada kesempatan lain, Luqman kembali diminta tuannya untuk menyembelih seekor kambing. Setelah itu tuannya meminta Luqman untuk memberikan dua potong bagian yang paling buruk dari kambing. Ternyata, Luqman kembali memberi bagian lidah dan hati dari kambing yang dipotongnya.
Majikannya pun heran dan menanyakannya kepada Luqman. Kemudian Luqman pun menjawab: “Memang tidak ada yang lebih baik dari keduanya bila sudah menjadi baik, dan tidak ada yang lebih buruk dari keduanya bila sudah menjadi buruk.”
Allah SWT juga mengabadikan nama Luqman di Al-Qur’an sebagai seorang saleh/ sholih yang memberi nasihat/ wasiat kebaikan bagi anaknya. Yakni dalam Surat Luqman ayat 13:
وَاِذۡ قَالَ لُقۡمٰنُ لِا بۡنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا تُشۡرِكۡ بِاللّٰهِ ؕاِنَّ الشِّرۡكَ لَـظُلۡمٌ عَظِيۡمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.”
Nasihat Luqman kepada anaknya di atas sama, sama halnya dengan nasihat para Nabi yang mengajarkan tauhid dan menjauhi kesyirikan. Dan pada ayat-ayat berikutnya di surat yang sama, Luqman juga memberi beberapa nasihat terbaik lain.
(16)يٰبُنَىَّ اِنَّهَاۤ اِنۡ تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٍ مِّنۡ خَرۡدَلٍ فَتَكُنۡ فِىۡ صَخۡرَةٍ اَوۡ فِى السَّمٰوٰتِ اَوۡ فِى الۡاَرۡضِ يَاۡتِ بِهَا اللّٰهُ ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيۡفٌ خَبِيۡرٌ
(17)يٰبُنَىَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَاۡمُرۡ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَانۡهَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ وَاصۡبِرۡ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَؕ اِنَّ ذٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ الۡاُمُوۡرِ
(18)وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى الۡاَرۡضِ مَرَحًا ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍۚ
(19)وَاقۡصِدۡ فِىۡ مَشۡيِكَ وَاغۡضُضۡ مِنۡ صَوۡتِكَؕ اِنَّ اَنۡكَرَ الۡاَصۡوَاتِ لَصَوۡتُ الۡحَمِيۡرِ
Artinya:
16. (Luqman berkata), ”Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.”
17. “Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.”
18. “Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”
19. “Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
Bila kita rangkum dari ayat-ayat di atas, beberapa pesan Luqman kepada anaknya adalah pesan untuk:
1. Tidak mempersekutukan Allah
2. Peringatan untuk tidak berbuat dosa sekecil apapun
3. Mendirikan shalat
4. Beramar ma’ruf nahi munkar
5. Bersabar
6. Tidak berlaku sombong dan angkuh
7. Menyederhanakan cara berjalan
8. Merendahkan suara saat bicara
Bila diselami, nasihat-nasihat tadi mencakup pendidikan di bidang aqidah, syari’at, maupun akhlaq. Sebagian merupakan rambu-rambu yang mengatur hubungan manusia dengan sang Khaliq, sebagian lagi menyediakan rambu yang mengatur aspek hubungan antar-manusia.
Oleh karenanya, kita dapat mengambil hikmah dari nasihat Luqman di atas untuk ditanamkan kepada anak-anak kita sejak dini. Semoga dengan mengajarkan poin-poin di atas kepada anak kita, mereka bisa menjadi anak-anak yang saleh/ sholih, generasi Islam terbaik dan para pemimpin peradaban di masa depan.
Sebagaimana harapan dan doa orang tua kepada Allah SWT agar dikaruniai anak yang sholih, yang diabadikan dalam Surat Al A’raf Ayat 189:
لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Artinya: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.”
Aamin yaa Robbal ‘Aalamiin
# Sekolah Tahfizh Unggulan
# Sekolah Tahfizh Plus
# Sekolah Tahfizh Terbaik
# Sekolah Islam Terbaik
# Sekolah Tahfizh Bandung
# Sekolah Islam Bandung
# Sekolah Tahfizh Quran
# Tahfizh Bandung

