Tadzkiroh Isra' Mi'raj - STP SD Khoiru Ummah sekolah tahfidz unggulan tahfizh terbaik bagus penghafal Al Quran di Bandung corona covid 19

Memperingati Isra’ Mi’raj di Tengah Wabah Corona

Peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini jatuh di saat wabah virus Corona Covid-19 tengah melanda. Himbauan agar warga agar tak bepergian ke mana-mana tak menjadi penghalang yang menyurutkan Sekolah Tahfizh Plus Tingkat Dasar (STP SD) Khoiru Ummah Bandung melaksanakan Tadzkiroh Isra’ Mi’raj.

Acara tadzkiroh ini bertujuan untuk menunjukkan kepada siswa-siswi Sekolah Khoiru Ummah Bandung mengenal kegigihan perjuangan Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan ajaran Islam yang terbaik dan paripurna. Tujuan lainnya adalah memberikan gambaran betapa besar kecintaan Rasulullah ﷺ kepada umatnya, sehingga rela mengalami berbagai penderitaan.

Salah satu penderitaan terbesar beliau adalah penderitaan di tahun kesedihan. Yakni tahun di mana istri dan paman yang menjadi pelindung beliau, meninggal dunia. Dalam rangka menghibur dan memberikan kekuatan kepada Rasulullah ﷺ, Allah menganugerahkan kepada Rasulullah ﷺ perjalanan Isra’ Mi’raj.

Oleh karenanya, pihak sekolah memberikan panduan kepada Ayah dan Bunda di rumah untuk mendampingi ananda dalam kegiatan belajar online ini khususnya dalam kegiatan Tadzkirah Isra Mi’raj.

Dalam kegiatan ini, Ayah dan Bunda mendampingi anak-anak menonton tayangan video mengenai perjalanan Isra’ Mi’raj/ kecintaan Sultan Abdul Hamid II, yang di-share di grup Whatsapp sekolah. Setelah menyaksikan video tersebut, siswa diminta membuat cerita dengan tema: Cinta kita kepada Rasulullah.

Selanjutnya, siswa kelas bawah (kelas 1, 2, dan 3) diminta untuk menceritakan kembali kisah itu sekitar 2-3 menit. Adapun siswa kelas atas (4,5, dan 6) diminta menuliskan cerita tersebut, dan kemudian diceritakan sekitar 5-6 menit. Hasil cerita masing-masing direkam melalui file audio dan dikirimkan ke Ustadz/ Ustadzahn melalui grup Whatsapp.

Dengan kegiatan ini semoga Allah memberikan keberkahan kepada civitas STP SD Khoiru Ummah Bandung dalam menghantarkan dan mendampingi ananda menjadi manusia-manusia unggul dan terbaik, yang mencintai Rabb dan Utusan-Nya. Sehingga kelak akan menjadi generasi umat terbaik (Khoiru Ummah) dan pemimpin peradaban Islam masa depan. Aamiin.

Materi dalam peringatan Tadzkiroh Isra’ Mi’raj, kurang lebih menggambarkan sebuah perjalanan paling agung dan  menakjubkan yang belum pernah dilakukan oleh manusia manapun sebeumnya, dan tak akan disamai oleh manusia manapun sesudahnya. Tidak Marco Polo, tidak Vasco da Gama, tidak Columbus, bahkan tidak pula Nabi dan Rasul-rasul sebelumnya. Sebagai mana dibadikan oleh Surat An Najm ayat 13-18.

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” {QS An Najm (53) : Ayat 13-18}

Menumpangi mahluk bernama Buraq, Allah perjalankan Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram di Mekkah ke Baitul Maqdis di Palestina, lalu naik ke Sidratil Muntaha di langit ke-7. Ajaibnya, perjalanan melintas kosmos ini dilalui hanya dalam satu malam saja. Ini menambah deretan kemukjizatan manusia terbaik sepanjang masa, Rasulullah ﷺ , yang sekaligus membuktikan kebenaran risalah yang diembannya dan disebarkan ke seluruh umat manusia.

Bersama Malaikat Jibril, Rasulullah ﷺ bertemu Nabi-nabi mulia lainnya: Adam AS, Yahya AS & Isa AS, Yusuf AS, Idris AS, Harun AS, Musa AS, Ibrahim AS. Di Sidratil Muntaha, Rasulullah ﷺ mendapatkan perintah wajibnya melaksanakan shalat bagi umat Islam. Awalnya Allah memerintahkan shalat sebanyak 50 waktu bagi umat Islam.

Namun, atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah beberapa kali meminta keringanan kepada Allah SWT agar perintah shalat wajib bagi umat Islam dikurangi hingga hanya 5 waktu saja.

Peristiwa ini mengandung pelajaran tentang tingginya kedudukan shalat 5 waktu di dalam ajaran Islam. Untuk perkara shalat, Rasulullah ﷺ sampai harus disucikan hatinya, ‘dipanggil’ Allah ke tempat tertinggi, dan melalui proses meminta keringanan hingga beberapa kali.

Maka tak heran bila shalat pun disebut sebagai tiang dari agama. Dan di hari akhir nanti, perkara yang paling pertama dihisab (diperhitungkan) adalah amaliyah shalat seseorang. Maka, tak sepantasnya bagi seorang muslim untuk menganggap remeh perkara shalat.

Pelajaran lain dari peringatan Isra Mi’raj kali ini adalah betapa kecilnya manusia di hadapan Sang Pencipta. Tanpa petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, manusia akan kesulitan memahami makrokosmos maupun mikrokosmos.

Manusia diciptakan dengan indera dan pengetahuan yang serba terbatas tidak akan pernah tahu mengenai keberadaan langit ke-7 bila Allah tak mengajarkannya melalui baginda Rasul ﷺ.

Sebagai mana ketidaktahuan manusia mengenai virus Corona, yang tak terlihat oleh mata dan diperkirakan hanya berukuran 100 nanometer. Hingga kini, manusia masih belum menemukan vaksin dan serum untuk mengobati virus ini maupun membendung penyebarannya.

Ikhtiar terbaik yang bisa dilakukan adalah isolasi mandiri seperti yang diajarkan oleh Rasulullah. “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Ikhtiar lainnya, umat Islam harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan memperbanyak dzikir, tasbih, ibadah-ibadah sunnah, serta terus berdoa kepada Allah SWT agar segera diangkat oleh-Nya wabah yang tengah menyerang hampir semua bagian dunia.

Seraya tak lupa pula untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan wabah yang tengah melanda.

بِسمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهَ شَيءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَمَاءِ وَهُوَ السَمِيعُ العَلِيم

Artinya:

“Dengan nama Allah yang tidak membahayakan dengan namaNya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Artinya:
“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit.”

Wallahu a’lam bish shawab

Galeri foto Peringatan Isra Mi’raj oleh siswa-siswi Sekolah Tahfizh Al Quran Plus Tingkat Dasar (STP SD) Khoiru Ummah di rumah:  

# Isra’ Mi’raj

# belajar online

# belajar dari rumah

# wabah covid-19

# Khoiru Ummah Bandung

# Sekolah Tahfizh Al Quran Bandung

# Sekolah Tahfizh Terbaik

# Sekolah Tahfizh Unggulan

# Sekolah Islam Terbaik