Kajian Bunda Okt 2020 - STP SD Khoiru Ummah sekolah tahfidz unggulan sekolah islam tahfizh terbaik bagus penghafal Al Quran di Bandung

Menjadi Bunda yang Kaya Nan Bahagia

Menjadi seorang ibu adalah sebuah keistimewaan yang Allah berikan kepada perempuan. Bagaimana tidak, posisi ibu dimuliakan tiga kali lebih penting daripada posisi ayah. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits:

“Abu Hurairah RA, berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah ﷺ. dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi ﷺ  menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi ﷺ menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi ﷺ menjawab, ‘Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Dari hadits tersebut sudah dapat disimpulkan betapa mulianya kedudukan seorang wanita di dalam Islam, yang menjadi Ibu bagi anak-anaknya. Jauh lebih mulia daripada kedudukan seorang ayah.

Kemuliaan seperti ini tak akan dapat dijumpai dalam ajaran-ajaran agama lain di luar Islam, bahkan dalam konsep feminisme yang mengaku-aku dan mengagung-agungkan ‘kesetaraan’ antara perempuan dan lelaki.

Selain itu, ada anugerah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tak mungkin dirasakan oleh laki-laki (dalam hal ini ayah), melainkan hanya dialami oleh seorang Ibu. Yakni kebahagiaan seorang ibu saat menjalani proses kehamilan, dan melahirkan seorang anak.

Kebahagiaan menjadi jalan lahirnya seorang manusia. Kebahagiaan bertemu muka dengan mahluk baru yang sebelumnya tumbuh berkembang di dalam rahimnya.

Begitu pun dalam perjalanannya menyertai pertumbuhan sang buah hati. Seorang Ibu akan merasakan kebahagiaannya dalam membersamai proses tumbuh kembang anak. Menyaksikan tahapan-tahapan hidup mereka, saat mereka mulai bersuara, menangis, mulai berguling, duduk, merangkak, berjalan, hingga berlari.

Demikian pula proses yang dialami Bunda dalam membesarkan buah hati. Belajar banyak hal baru dalam merawat anak, mengatur waktu, menyelesaikan berbagai pekerjaan, serta menata perasaan.

Yang harus diingat agar semua aktivitas mendidik anak dan mengatur rumah tangga bisa dijalani dengan ikhlas dan mulus, yakni ada pahala terbaik yang dijanjikan oleh Allah SWT di balik itu semua.

Ada kalanya seorang Ibu menghadapi masa-masa sulit, ketika mengurus anak di saat sakit, harus bangun tiap malam saat anak bayinya menangis, atau di banyak kesempatan lain.

Tak terkecuali saat Bunda membersamai ananda dalam berproses menjadi penghafal Al-Qur’an. Dibutuhkan kesabaran saat menyertai mereka dalam muroja’ah dan menghafal (tahfizh) Al-Qur’an. Menjelaskan kembali kepada mereka mata pelajaran yang mungkin belum dimengerti saat diajarkan oleh Ustadz/ Ustadzah.

Di sinilah peran terbaik Bunda dalam menyertai mereka. Terlebih lagi di masa pandemi yang membutuhkan perhatian ekstra orang tua, agar ananda tetap bisa memenuhi target-target terbaik pembelajaran di sekolah.

Bagi Bunda, itu semua seperti sedang menabung saldo pahala terbaik. Saldo pahala itu pastinya akan terus bertambah seiring sejalan ibu mendidik, mendampingi anak-anak hingga kelak dewasa.

Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al Qur’an Surat Al-Insyiqaq :

فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ ﴿٧﴾

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, (7)

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا ﴿٨﴾

Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, (8)

وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًا ﴿٩﴾

dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (9)

وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهْرِهِۦ ﴿١٠﴾

Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, (10)

فَسَوْفَ يَدْعُوا۟ ثُبُورًا ﴿١١﴾

maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. (11)

وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا ﴿١٢﴾

Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (12)

إِنَّهُۥ كَانَ فِىٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًا ﴿١٣﴾

Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir). (13)

Saat Bunda menjalani semua proses itu dengan penuh keikhlasan, insya Allah akan mengantarkan Bunda menjadi seorang yang kaya akan saldo pahala, dan menjadi Bunda yang paling berbahagia di yaumil akhir kelak. Insya Allah.

*Disarikan dari Kajian Bunda Bulan Oktober 2020 Oleh Ustadzah Lia Fakhriyah

Galeri Foto Kajian Bunda Sekolah Tahfidz Plus Khoiru Ummah Bandung:

# STP Khoiru Ummah Bandung

# Sekolah Tahfizh Terbaik

# Sekolah Tahfizh Unggulan

# Sekolah Islam Terbaik

# Khoiru Ummah Bandung

# Tahfizh Al Quran Bandung

# Kajian Bunda KU Bandung