Banyak yang mengaitkan kemunculan wabah virus Corona dengan perilaku makan manusia yang tak lagi mengindahkan aturan-aturan yang disyariatkan oleh Allah. Virus Corona Covid-19 sendiri, pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, di mana terdapat pasar hewan segar yang diharamkan dan warganya pun gemar mengonsumsi hewan-hewan haram tersebut.
Ini mengajarkan kepada kita betapa agungnya aturan Islam, yang sudah pasti memberikan berbagai kemaslahatan kepada manusia bila diterapkan secara menyeluruh. Di dalam Al Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan manusia agar hanya mengonsumsi makanan halal dan thoyib (baik). Sebagai mana diabadikan di dalam Al Quran Surat Baqarah ayat 168, “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
Hal ini juga diulang kembali di Al Quran Surat Al Ma’idah Ayat 88 dan Surat An Nahl Ayat 114. Pada ayat-ayat di atas, kata halal dan baik (thoyib) selalu disebut secara beriringan. Jika kita perhatikan, ayat ini tak hanya ditujukan untuk umat Islam, melainkan untuk seluruh manusia. Adapun untuk kaum muslimin sendiri, secara khusus Allah menyerukan “Hai orang yang beriman, makanlah yang thoyib,” (Al Quran Surat Al Baqarah ayat 172).
Jadi, bagi orang beriman, halal sudah dianggap menjadi suatu hal yang pokok yang sudah melekat dalam diri setiap ummat Islam, sehingga kata halal seolah seperti tak perlu disebutkan lagi. Dan fokus mereka adalah kepada kethoyiban dari makanan. Sayangnya, hingga kini perhatian umat Islam terhadap aspek thoyib masih belum sebesar perhatian terhadap aspek kehalalan makanan. Sebab, apa yang halal belum tentu sudah baik.
Contohnya, banyak makanan yang telah mendapat sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang masih belum memenuhi kriteria thoyib/ baik. Karena kebanyakan, makanan-makanan tadi masih mengandung zat-zat pewarna, pengawet, pemanis, maupun penyedap rasa. Padahal, zat-zat tadi dapat membahayakan kesehatan bagi tubuh bila terakumulasi dalam jangka panjang.
Sekolah Tahfizh Plus Tingkat Dasar (STP SD) Khoiru Ummah Bandung senantiasa mengharapkan keberkahan bagi umat Islam pada umumnya, dan khususnya siswa-siswa tahfidz/ penghafal Al Qur’an sekolah Khoiru Ummah Bandung yang sedang berusaha mengumpulkan hafalan di dalam dada-dada mereka. Dan keberkahan itu dapat diperoleh dengan menaati ajaran Islam yang agung dan paripurna. Berharap keberkahan atas hafalan terbaik mereka karena mereka mengamalkan isi Al Qur’an yang sedang mereka hafalkan, dengan hanya makan makanan yang halal dan thoyib.

Maka, Sekolah Tahfizh Khoiru Ummah Bandung juga memasukkan makanan halal dan thoyib ke dalam budaya sekolah. “Halalan Thoyiban, Makanan dan Minuman KU,” demikian butir poin kelima dari sederet budaya ‘AL BIAH KU’ yang wajib dihafal dan diamalkan oleh para siswa.
Pada tataran praktik, sekolah Islam Khoiru Ummah Bandung juga menerapkan mekanisme pengadaan konsumsi/ makanan halal dan thoyib yang melibatkan orang tua murid. Orang tua dilibatkan dalam penyediaan snack dan makan siang.
Menu-menu yang disajikan untuk snack dan makan siang dipilih dengan teliti agar tidak mengandung zat-zat yang tak thoyib tadi. Namun tetap memperhatikan khasiat dan gizi terbaik dari makanan-makanan yang disajikan.
Untuk snack bisa berupa buah-buahan, jus, kue, bubur, atau makanan tradisional. Adapun lunch disajikan dengan sayur mayur serta lauk-pauk tanpa ditambahi bahan tambahan pangan (zat pewarna, zat pengawet, zat penguat rasa). Dengan sistem ini, orang tua dibiasakan untuk senantiasa menyediakan makanan halal dan thoyib saja bagi anak-anaknya, baik di sekolah, maupun di rumah.
Memperhatikan makanan halal & thoyib ini merupakan salah satu unsur keberhasilan terbaik dalam menghafal Al Quran, di samping menjaga semangat anak, dukungan orang tua, disiplin terhadap SOP yang telah dibuat. Unsur-unsur di atas bisa menjadikan beberapa siswa tertentu mampu menghafal 11 juz dalam waktu enam tahun. Prestasi terbaik ini yang kemudian membuat Sekolah Tahfizh Al Qur’an Khoiru Ummah Bandung memiliki reputasi bergengsi, sehingga mendapat dua liputan dari media yang sudah dikenal baik oleh masyarakat Bandung dan Jawa Barat.

Baca liputan media mengenai Sekolah Islam Tahfiz Khoiru Ummah Bandung di:
Insya Allah, makanan halal dan thoyib akan memudahkan dan melempangkan jalan bagi ananda menjadi hafizh/ hafizhah yang mutqin (memiliki kualitas hafalan yang kuat), Aamin yaa Robbal ‘Aalamiin.
Galeri foto makanan halal & thoyib:
# halal thoyib
# Khoiru Ummah Bandung
# Sekolah Tahfizh Terbaik
# Sekolah Tahfizh Bandung
# Sekolah Tahfizh Unggulan
# Sekolah Islam Terbaik
# ALBIAHKU








