bahagia dalam ketaatan kepada Allah swt - - STP SD Khoiru Ummah sekolah tahfidz unggulan sekolah islam tahfizh terbaik bagus penghafal Al Quran di Bandung

Gembira dalam Ketaatan (Bagian Kedua)

Ayah dan Bunda pasti sudah tak asing lagi dengan doa sapu jagat di bawah ini:

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Artinya: “Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.

Tapi, apakah Ayah dan Bunda mengetahui makna istilah hasanah (kebaikan) dari doa di atas?

Ulama di abad pertengahan, Raghib Al Asfahani (wafat pada 502 H), menjelaskan bahwa makna ‘hasanah’ dalam doa tersebut adalah ‘segala sesuatu kebaikan atau kenikmatan yang diperoleh manusia bagi jiwa, fisik, dan kondisi perasaannya. Bagi seorang muslim, tentunya hasanah yang diinginkan adalah kehidupan yang baik yang akan menuntun dirinya kepada keselamatan dunia maupun akhirat.

Hasanah itu dapat berupa nikmat islam dan keimanan yang terjaga, keluarga yang harmonis dan bahagia, kesehatan jiwa dan raga, kehidupan yang berkecukupan dan sejahtera, anak-anak yang tumbuh dalam kesalehan, bi’ah/ lingkungan terbaik dan kondusif, hingga akhir hidup yang ditutup dengan kebaikan (husnul khatimah).

Memang, butuh usaha dan proses panjang untuk mencapai itu semua. Keluarga besar Sekolah Islam Tahfidz Khoiru Ummah senantiasa berupaya menanamkan benih-benih kebaikan itu pada diri anak-anak kita. Yakni dengan mengoptimalkan sinergi antara sekolah dan orang tua siswa. Artinya, para orang tua pun diharapkan untuk senantiasa menanamkan nilai-nilai hasanah yang sama kepada ananda di rumah.

Oleh karenanya, kehadiran orang tua dalam membersamai anak-anak melaksanakan nilai-nilai hasanah di rumah, tak kalah penting dari proses belajar yang dilaksanakan di sekolah. Mulai dari membersamainya menghafal ayat Al-Qur’an (tahfidz), berlatih menulis, mengerjakan tugas rumah, mengisi KHS (Kegiatan Harian Siswa/ daftar amaliah harian), membiasakannya mengkonsumsi makanan halal & thoyib, hingga ketika bermain bersama di rumah.

Kegiatan-kegiatan ini memang kadang terasa berat dan menyita waktu. Tapi semua bisa terasa lebih ringan saat kita menghadirkan kegembiraan dalam setiap aktivitas tadi. Kegembiraan itu bisa dihadirkan saat kita menyadari bahwa aktivitas yang tengah dikerjakan itu adalah aktivitas mewujudkan hasanah, yang senantiasa kita pintakan dan kita panjatkan dalam doa-doa kita.

Bayangkan bahwa Ini adalah aktivitas yang akan membuat ayah & bunda memiliki ‘rekening’ yang akan terus diisi oleh pahala dari amal sholeh anak-anak kita. Dan ini adalah wujud sesungguhnya dari peran orang tua dalam mencetak anak-anaknya menjadi keturunan yang saleh.

Kegembiraan tadi diharapkan menjadi energi positif yang juga akan ‘menular’ kepada anak-anak kita. Ketika orang tua membersamai ananda dengan senang dan gembira, maka merekapun melaksanakan kegiatan-kegiatan tadi dengan bahagia tanpa keterpaksaan. Maka, proses mewujudkan nilai-nilai hasanah itu akan jauh lebih mudah. Dengan cara ini pula, generasi Islam terbaik akan lebih mudah diwujudkan.

Sebagaimana telah dipaparkan pada tulisan sebelumnya, bahwa ketika seseorang mampu melaksanakan ketaatan kepada Allah, itu merupakan sebuah kenikmatan besar dari Allah. Dan ketika ia melaksanakan ketaatan itu dengan penuh kegembiraan, maka hakikatnya ia sedang meringankan dirinya dalam menjemput kegembiraan dan kebahagiaan yang lebih besar lagi untuk akhiratnya kelak. Insya Allah.

*Disarikan dari materi parenting Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Bandung bulan September berjudul ‘Membangun Energi Orang Tua Membersamai Anak.’ yang disampaikan oleh Ustadzah Hj. Lia Fakhriyah, SP