Di penghujung bulan Ramadhan 1441 H, Kepala Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Tanah Baru Bogor, KH Amiruddin Sujadi MA, memberikan tausiyah kepada siswa-siswi Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah di seluruh Indonesia.
Dalam acara Ramadhan Mubarak yang disiarkan secara online melalui aplikasi zoom dan Facebook Live, Ustadz Amiruddin memberikan tips bagaimana umat Islam bisa menjadi pemenang sejati di bulan terbaik yang penuh dengan keberkahan ini.
Menurut Ustadz Amir, bulan Ramadhan yang sudah menginjak detik-detik terakhir ini, bagaikan sebuah track/ lintasan lari yang telah mendekati garis finish. Oleh karenanya inilah saat-saat yang menentukan bagi seseorang untuk menutup bulan Ramadhan ini dengan cara terbaik.
Untuk menjadi pemenang, kata Ustadz Amir, tentu saja kita, umat Islam, harus dapat mengalahkan musuh kita. Oleh karenanya kita harus mengenali siapa musuh kita. Yakni musuh dari luar (syaithan) dan musuh dari dalam diri sendiri (hawa nafsu).
Syaithan adalah musuh yang harus kita lawan dan kita kalahkan. Adapun hawa Nafsu harus bisa kita kendalikan, kita arahkan, dan kita bimbing sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad ﷺ.
Nafsu makan, misalnya, tidak boleh kita hilangkan atau kita matikan. Nafsu makan cukup dikendalikan dengan mengikuti rambu-rambu makan sesuai panduan Rasulullah ﷺ. Atau bila kita berpuasa, baru makan dan minum saat matahari terbenam.
Dalam diri manusia, ada tiga macam nafsu: nafsu amarah, nafsu lawwamah, dan nafsu muthmainnah. Nafsu amarah adalah nafsu yang kerap memantik emosi manusia sehingga manusia sering marah tak terkendali.
Bila tak dikendalikan, nafsu ini akan senantiasa mengajak manusia kepada keburukan dan kejahatan. Nafsu ini yang menyebabkan anak-anak Nabi Yakub AS sampai tega membuang adik mereka, Nabi Yusuf AS, ke dalam sebuah sumur.
Nafsu berikutnya adalah nafsu lawwaamah, yang Allah abadikan di dalam Al Qur’an Surat Al Qiyamah Ayat 2:
وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ
Artinya:
“Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).”
Nafsu lawwamah adalah nafsu yang tingkatannya sudah lebih baik daripada nafsu amarah. Orang yang memiliki nafsu ini sudah mengerti apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah, namun terkadang masih tergelincir kepada hal-hal yang tidak disukai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Misalnya, bila seseorang masih suka mengulur-ulur waktu shalat, masih suka makan dan minum yang tidak dan thoyib, atau masih suka berkata-kata yang tidak baik.
Adapun tingkatan tertinggi adalah nafsu muthmainnah. Orang yang memiliki nafsu ini adalah orang yang puas dengan keimanan dan amal shalih. Ia rajin shalat dan sangat menikmatinya, rajin shaum (puasa) dan sangat menikmatinya, rajin mengaji dan sangat menikmatinya.
Orang-orang di tingkatan ini yang nantinya akan dipanggil oleh Allah dengan panggilan kasih sayang (nida’ur rahmah) untuk masuk surga sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an Surat Al Fajr 27-30:
(30) يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي
Artinya:
“Hai jiwa yang tenang (27) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya (28) Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku (29) masuklah ke dalam surga-Ku (30).”
Maka, kata Ustadz Amir, surga itulah kemenangan sejati bagi umat Islam. Untuk mendapat kemenangan sejati itu, seseorang juga harus mampu meneruskan kebaikan-kebaikan di bulan Ramadhan, melestarikannya, bahkan meningkatkannya di bulan-bulan selanjutnya.
Ketika ia mampu melaksanakan shaum di bulan Ramadhan, ia juga akan membiasakan puasa sunnah di bulan-bulan lainnya. Saat ia mampu menahan diri untuk berkata tidak ahsan (baik) di bulan Ramadhan, dia juga akan melanjutkannya di bulan-bulan selanjutnya.
Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari ‘madrasah‘ Ramadhan yang sebentar lagi akan berlalu meninggalkan kita. Semoga Allah masukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kemenangan sejati. Aamiin yaa Robbal ‘Aalamiin.
Galeri Foto Kegiatan Ramadhan Mubarak Sekolah Tahfidz Khoiru Ummah dengan Tema “Menjadi Pemenang Sejati.”
# Ramadhan
# Ramadhan Mubarak
# STP Khoiru Ummah Bandung
# Sekolah Tahfizh Terbaik
# Sekolah Tahfizh Unggulan
# Sekolah Islam Terbaik
# Khoiru Ummah Bandung
# Tahfizh Al Quran Bandung
# Sekolah Tahfizh Bandung


